Selasa, 15 November 2016

Prinsip Akuntansi Perpajakan


PRINSIP AKUNTANSI SECARA UMUM
S

ecara umum akuntansi memiliki 10 prinsip antara lain:


1.     Prinsip entitas ekonomi (economic entity principle).
Adalah prinsip yang menganggap bahwa perusahaan adalah kesatuan ekonomi yang berdiri sendiridan terpisah dengan orang pribadi (pemilik perusahaan) ataupun entitas ekonomi lain.
2.     Prinsip periode akuntansi (accounting period).
Penilaian dan pelaporan keuangan perusahaan dibatasi oleh periode tertentu.
3.     Pinsip biaya Historis (historical cost).
Prinsip ini mengharuskan setiap barang/jasa yang diperoleh berdasarkan semua biaya yang dikeluarkan dalam mendapatkannya.
4.     Prinsip satuan Moneter (monetary unit).
Pencatatan transaksi hanya dapat dinyatakan dalam bentuk mata uang tanpa melibatkan hal-hal non-kualitif.
5.     Prinsip kesinambungan Usaha (going concern).
Menganggap bahwa sebuah entitas bisnis berjalan secara terus menerus, berkesinambungan tanpa ada pembubaran/ penghentian kecuali terdapat peristiwa tertentu yang bisa mengganggunya.
6.     Prinsip pengungkapan penuh (full disdosure/transparancy).
Prinsip dimanaakuntansi menyajikan informasi yang sangat lengkap dalam laporan keuangan.
7.     Prinsip pengakuan pendapatan (revenuea).
Pendapatan diakui ketika terjadi penjualan barang ataupun jasa, dan ada kepastian tentang jumlah besar kecilnya yang bisa di ukur secara handal dengan harta yang di peroleh.
8.     Prinsip mempertemukan  (matching).
Biaya dipertemukan dengan pendapatan untuk mengetahui  penghasilan bersih.
9.     Prinsip konsistensi (concistency).
Metode yang digunakan konsisten, tidak berubah-uabah metode dan prosedurnya.
10.                        Prinsip Materialistis (materialistic).
Setiap apa yang kita miliki dinilai dengan materi.